Powered By Blogger

Followers

Search This Blog

Monday, October 26, 2009

Pertemuan 5

Wireless LAN - Data link

Flow control : sekumpulan untuk mengatasi/menentukan banyaknya data yang dapat dikirim persatuan waktu

Error control : mengirim ulang data

Access Control : Oleh Alamat MAC, hanyalah jaringan terotorisasi cek umur (dengan MAC benar tunjuk) dapat mengakses jaringan.

Keleluasaan Pribadi data (Dikawat Keleluasaan Pribadi Padanan WEP):

- Lindungi data sementara ini dikirim dari stasiun sesuatu ke lain

- Encryption di antara alat nirkabel untuk mencegah memasang telinga

- Percayakan pada satu kunci ada udang di balik batu yang berbagi di antara mesin klien dan titik akses

- Kunci rahasia (64 / 128 - bit) adalah dipergunakan untuk paket encrypt sebelum mengirimkan 802. 11b + kunci ada udang di balik batu dukungan dengan 64 / 128 / 256 bit

1. Type of Antenna
Omni, Patch, Panel, Yagi, etc
2. Indoor or Outdoor
3. Gain (dBi)
The higher the gain, the further the coverage distance
4. Half Power Beam Width (HPBW)
Horizontal & Vertical

Keuntungan antena :
- Dipenuhi oleh pemampat pole pancaran dari antena ke dalam satu lebih dangkal beamwidth dan memfokuskan daya ke arah satu arah.

- Didefinisikan sebagai rasio di antara pancaran intensitas dari cuping utama dan intensitas pancaran dari satu penyinar isotropis (mempunyai input yang sama daya).

- Keuntungan antena diekspresikan di dBi.
Peroleh = Fokus.


Garis arah optis: Satu garis lurus imajiner menghubungkan antena timbal balik penghubung.

Jelas Garis Arah: Ketika tidak ada obyek fisik menghalangi antena sesuatu pemandangan dari lokasi dari yang lain.

Pemeriksaan: Jarak di antara Garis Arah optis dan rintangan yang terdekat.

Zona fresnel: Area dari satu mengedari garis arah.

Data link Layer

Flow control : sekumpulan untuk membatasi/menentukan banyaknya data yg dapat dikirim persatuan waktu.

Error control : mengirim ulang data.

IEEE(Institute of electrical and electronic enginess) : organisasi yang dispesifikasikan.


Network layer

Tugas dari network layer :
- mentransmisikan paket dari 1komputer ke komp lain
- Host to Host delivery

Network layer duties :
- Internet working
- Addresing
- Routing : memilih jalan yang lebih baik
- packetizing : pemaketan data / pecahan
- fragmenting : menambah informasi

Tuesday, October 20, 2009

Pertemuan 4 - Jaringan LAN

JARINGAN LAN

Kita akan membahas tentang :

- Topologi

-Arsitektur Protokol

- Hub, Switch

- Media

- NIC

Tentang Topologi : ada tentang Lan Topologies : jaringan" yang bisa dipakai di Lan.. banyak tipe yang bisa dipakai di Lan.


Bus n Tree :

- Sarana Multipoint yang medium : yang berarti bisa multi fungsi tp bersifat medium/sedang..

- Transmisi dapat menyebarkan sepanjang sarana

- Dapat didengar oleh semua transmision (masing - masing transmisi mempunyai alamat yang unik)


Star Topology

Each transmision menghubungkan secara langsung ke bengkak urat pusat.
- Biasanya melalui dua titik untuk menunjuk hubungan terkait

central pusat dapat sebarkan
- Hanyalah Transmision sesuatu dapat mengirimkan pada waktu yang sama.


Bus dan Hub
Konfigurasi bis :
- Semua setasiun berbagi kapasitas dari bis (misalnya. 10Mbps)

- Hanyalah stasiun pemancaran sesuatu pada waktu yang sama

Poros mempergunakan kawat bintang untuk menyertakan setasiun ke poros :

-Transmisi dari apapun stasiun yang didapat oleh poros dan ulang terpancar pada semua baris pengeluaran

-Hanyalah stasiun sesuatu dapat mengirimkan pada waktu yang sama

- Total kapasitas dari LAN adalah 10 Mbps

Layer 2 Switch Benefit
- Tidak ada perubahan untuk menyertakan alat untuk mengonversi bis LAN atau poros LAN untuk bertukar LAN

- Untuk Ethernet LAN, masing-masing alat mempergunakan MAC protokol Ethernet

- Alat telah membaktikan kapasitas sepadan dengan LAN asli
Lapisan 2 skala tombol dengan mudah

- Alat tambahan menyertakan tukarkan dengan meningkat kapasitas dari lapisan 2.


Media


High Performa UTP :

- Kecepatan-angka data tinggi untuk angka kekecilan dari alat

- Menukarkan topologi bintang untuk instalasi besar

Optical fiber

- Pengasingan electromagnetis, Kapasitas tinggi, Ukuran kecil

- Tinggi ongkos komponen

-Keterampilan tinggi memerlukan instal dan memelihara (Harga turun saat permintaan bertambah )

Lan Standart

- Diciptakan oleh IEEE (Lembaga dari Insinyur Elektrik dan Elektronik)
IEEE adalah satu organisasi profesional 802 LAN Menganak-buahi Komite Standar 802.

3 Kelompok Kerja (Ethernet) :
- Kelompok kerja lain untuk teknologi lain
- Kelompok kerja menciptakan standar
- Ikuti arsitektur OSI

Ethernet :
Slide 15
Paling standar LAN populer Sederhana dan secara relatif murah Scalable
10 Mbps, 100 Mbps, 1 Gbps)

Lapisan fisik
Bis (penyebaran) topologi 10Base t: Pengekodean Manchester 100Base t: 4B / 5B sandi 8 - dawai (4 - pasangan) UTP berkasan.


NIC ( Network Interface Card )


NIC (Terhubung jaringan Kartu Alat Penghubung)

Hubungkan komputermu dengan jaringan Menyediakan alamat MAC untuk masing-masing koneksi :

Terapkan algoritma CD CSMA / Menyediakan bandar untuk koneksi jaringan.
Ketika memilih satu kartu jaringan, pertimbangkan:
- Jenis dari jaringan (Ethernet)

NIC - Layer Function
Slide 17
Penghubung logis kontrol (LLC): Berhubunganlah dengan lapisan bagian atas pada komputer

Penamaan:
Sediakan satu MAC unik menunjuk identifier

Pembingkaian:
Bagian dari encapsulation berjalan, membungkus bit untuk angkut.

Kontrol Akses media (MAC):
Sediakan akses struktur untuk berbagi media akses

Isyarat:
Menciptakan sinyal dan alat penghubung dengan media



Monday, October 12, 2009

catatan Pertemuan 3

Pada hari ini saya mendapatkan ilmu baru lagi tentang jaringan komputer.. :))

1. Komunikasi data : untuk menghubungkan / mengirim data dari hubungan 1 ke hubungan yang lain.

2. macam - macam sinyal :
- Infinite ( Analog signal ) : sinyal yang ada pola/ ada irama
- Signal ( Digital Signal) : sinyal yang tidak berpola

Physical layer (WAN) : agar dapat dikirim data harus berbentuk signal elektromagnetik.

DTE (Data Terminal Equipment) : berfungsi sebagai source
DCE (Data Circuit-Terminal Equipment) : mengubah data dan menerima

RS232 : Standart : menetapkan bentuk colokan.

Thursday, October 8, 2009

Pertemuan 3

Physical Layer standard

2.2. Topologi Jaringan :
Topologi dapat didefinisikan sebagai struktur dari sebuah jaringan. Ada dua bagian
penting dari definisi topologi :


Physical Topology, dimana kondisi sebenarnya jaringan dihubungkan secara
langsung.

Logical Topology, dimana didefinisikan bagaiamna cara media jaringan dapat
diakses oleh komputer.


Physical Topologi (topologi fisik) yang sering dipakai adalah Bus, Ring, Star,
Extended Star, Hierarchical, dan Mesh.

Bus Topology menggunakan "single backbone segment" sebagai penghubung semua
komputer yang ada pada jaringan. Semua komputer tersebut terhubung secara
langsung ke kabel tersebut.


Ring Topology menghubungkan satu komputer dengan komputer berikut, dan
seterusnya sehingga komputer paling akhir akan kembali terhubung ke komputer yang
pertama (akan membentuk seolah-olah menjadi sebuah bentuk lingkaran/cincin).
Star Topology

Star Topology menghubungkan semua kabel ke satu buath titik pusat. Titik pusat ini
biasanya berupa hub atau switch sehingga seolah-olah komputer yang terhubung
berbentuk seperti bintang.

Extended Star Topology menggabungkan beberapa topologi star menjadi satu.
Hub/Switch yang dipakai untuk menghubungkan beberapa komputer pada satu
jaringan dengan menggunakan topologi star, akan dihubungkan lagi ke hub/switch
utama.

Topologi Mesh digunakan ketika dibutuhkan dibutuhan dalam jaringan yang sangat
penting yang tidak boleh ada sedikitpun kesalahan dalam komunikasi, contohnya
system kontrol pembangkit tenaga nuklir. Jadi seperti yang bisa anda liat pada
gambar. Setiap host memiliki hubungan lansung dengan semua host lainnya dalam
jaringan. Hal ini juga merefleksikan internet, yang memiliki banyak jalur ke satu titik.


Topologi logikal dari jaringan adalah bagaimana sebuah host berkomunikasi melalui
medium. Dua tipe topologi logikal yang sering digunakan adalah Broadcast dan
Tooken Passing

Topologi Broadcast berarti setiap host yang mengirim packet akan mengirimkan
packet ke semua host pada media komunikasi jaringan. Tidak ada aturan rumit siapa
yang akan menggunakan jaringan berikutnya. peraturannya sederhana “yang pertama
datang , yang pertama dilayani” dan Ini adalah bagaimana Ethernet bekerja.

Token-passing, mengendalikan akses jaringan dengan mempass-kan sebuah token
elektronik yang secara sekuensial akan melalui masing-masing anggota dari jaringan
tersebut. Ketika sebuah koputer mendapatkan token tersebut, berarti komputer
tersebut diperbolehkan mengirimkan data ada jaringan. Jika komputer tersebut tidak
memiliki data yang akan dikirim, maka token akan dilewatkan kekomputer
berikutnya. Kejadian akan berulang-ulang terus.

Transmission Control Protocol/Internet Protocol (TCP/IP) merupakan kombinasi dari
dua protokol terpisah. IP adalah protokol layer 3 - suatu service connectionless yang
menyediakan layanan pengantar data terbaik dalam jaringan. TCP adalah protokol
layer 4 - suatu service connection-oriented yang meyediakan pengontrolan aliran data
yang sering disebut sebagai reliability.

Penggabungan kedua protokol ini memungkinkan disediakan layanan yang meluas.
TCP/IP adalah protokol layer 3 dan layer 4 dimana internet dibangun.

Protocol TCP
Transmission Control Protokol (TCP) adalah sebuah protokol layer 4 yang bersifat
connection-oriented yang menyediakan transmisi data full-duplex yang dapat
diandalkan. TCP adalah bagian dari TCP/IP protokol stack

Berikut ini adalah penjelasan dari field – field yang ada pada Segment TCP:
- Source port: nomor port sumber
- Destination port: nomor port tujuan
- Sequence Number: nomor yang digunakan untuk menjamin urutan yang benar
dari data yang diterima.
- Acknowledgement number: TCP oktet yang diharapkan berikutnya
- HLEN: nomor 32 bit di header
-Reserved: di set 0
-Code bits: fungsi pengontrol
-Window: nomor oktet yang pengirim harapkan
-Checksum: kalkulasi ukuran header dan data field
-Urgent pointer: indikasi akhir dari data penting
-Option-one option: maximum ukuran Segment TCP
- Data: data yang didapat dari layer yang diatasnya


Internet Protocol (IP) adalah protokol jaringan (layer 4 / layer Network pada OSI)
yang digunakan di internet. Ketika sebuah informasi mengalir ke bawah pada layer
Model OSI, data di enkapsulasi pada setiap layer. Pada layer network, data
dienkapsulasi dalam paket – paket (atau disebut juga datagram), IP menentukan
bentuk dari header paket (yang mana termasuk pengalamatan atau addressing dan
informasi control lainnya) tetapi tidak perduli mengenai data yang sebenarnya, dia
menerima apapun yang di berikan oleh layer diatasnya.

Pengalamatan IP (IP Addressing) memiliki panjang 32 bit. Mengandung dua bagian
utama, nomor network dan nomor host. Karena hampir mustahil bagi orang untuk
mengingat 32 bit biner. IP address di groupkan menjadi 8 bit per group sehingga
menjadi 4 group, dipisahkan oleh titik, dan masing-masing group ditampilkan dalam
decimal dan bukan format biner. Hal ini dikenal juga dengan format “Dotted
Decimal”.

Ada 3 kelas yang dari Pengalamatan IP yang bisa diterima oleh sebuah organisasi dari
ARIN (American Registry for Internet Number). Kelas – kelas tersebut adalah Kelas
A, B, dan C.

ARIN menyediakan kelas A untuk pemerintah di seluruh dunia (Meskipun beberapa
perusahaan besar seperty HP, dahulu pernah menerima satu) dan Kelas B ditunjukan
untuk perusahaan berukuran menengah. Permintaan lainnya dimasukan kedalam
pengalamatan Kelas C.

Kelas A
Ketika ditulis dalam format biner, bit pertama (yang paling kiri) dari Alamat IP Kelas
A selalu 0. oktet (8 bit) pertama menandakan nomor Network yang di berikan ARIN.
Internal Network Administrator menetapkan 24 bit selanjutnya. Untuk mempermudah
pengenalan alamat Kelas A, untuk kelas A oktet pertama selalu bernilai antara 0 – 126
(127 memang berawal bit 0,namun sudah di sediakan untuk tujuan special yaitu
pengalamatan balik), semua alamat IP kelas A hanya menggunakan 8 it pertama untuk
mengidentifikasikan Network , 24 bit selanjutnya dapat digunakan untuk bagian
alamat host. Setiap Jaringan yang menggunakan Alamat IP Class A bisa memiliki 2
pangkat 24 minus 2 (2^24 -2) atau 16,777,214 Alamat IP yang mungkin yang dapat
digunakan untuk peralatan yang terhubung ke jaringan tersebut.


Kelas B
Dua bit pertama dari Alamat kelas B selalu 10 (satu dan nol). Contoh dari kelas B
adalah 143.234.23.8. dua oktet pertama mengidentifikasikan nomor network yang
diberikan ARIN. Internal Network Administrator kemudian dapat menentukan 16 bit
berikutnya. Oktet pertama dari alamat class B selalu bernilai antara 128 – 191.
Alamat IP kelas B menggunakan 16 bit petama untuk mengidentifikasikan nomor
Network dan 16 bit selanjutnya dapat digunakan untuk bagian host. Setiap jaringan
yang menggunakan kelas B dapat memiliki 2 pangkat 16 minus 2 atau 65,534 alamat
IP yang mungkin digunakan untuk peralatan yang tersambung ke jarigan tersebut.


Kelas C
Tiga bit pertama dari alamat IP kelas C selalu 110(satu, satu , nol). Contoh alamat IP
class C adalah 194.23.23.4. tiga oktet pertama mengidentifikasikna nomor network
yang diberikan ARIN. Internal Network Administrator dapat menentukan 8 bit
selanjutnya. Nilai oktet pertama Alamat IP kelas C selalu bernilai antara 192 – 223.
Setiap jaringan yang menggunakan alamat IP Class C dapat memiliki 2 pangkat 8
minus 2 atau 254 alamat IP yang mungkin untuk peralatan yang tersambung ke
jaringan tersebut.
Untuk setiap kelas diatas, jumlah alamat IP yang dapat dibuat selalu dikurangi dua,
hal ini karena jika seluruh bagian host bernilai 0 (misalnya 10.0.0.0 untuk kelas A)
maka alamat IP sama dengan alamat Network sehingga tidak bisa digunakan sebagai
alamat IP host. Dan jika seluruh bagain host bernilai satu (misalnya 10.255.255.255
untuk kelas A) maka alamat tersebut khusus digunakan untuk broadcast dalam
jaringan tersebut.


Network Administrator kadang kala perlu untuk memecah jaringan, terutama yang
besar, menjadi jaringan – jaringan yang lebih kecil. Pembagian yang lebih kecil ini
disebut subnetwork dan menyediakan fleksibilitas pengalamatan. Subnetwork
biasanya hanya disebut subnet.
Alamat subnet meliputi bagian Network kelas A, B, atau C, ditambah bagian Subnet
dan bagian Host. Field subnet dan host dibuat dari bagian host asal. Kemampuan
untuk memutuskan untuk membagi bagian host asal menjadi field Subnet dan Host
yang baru memberikan fleksibilitas pengalamatan kepada Network Administrator.
Untuk menciptakan alamat subnet, network administrator meminjam beberapa bit dari
bagian Host asal dan menetapkannya sebagai field subnet.
Jumlah minimum bit yang dipinjam adalah 2 bit. Jika anda hanya meminjam 1 bit
sebagai subnet maka anda hanya akan memiliki nomor network(.0) dan nomor
broadcast (.1). jumlah maximum bit yang dipinjam bisa berapa pun, selama masih
menyisakan paling sedikit 2 bit untuk host.

Subnet Mask ( istilah formalnya : Extended Netwok Prefix) bukan sebuah alamat,
tetapi menentukan bagian mana dari alamat IP yang merupakan field Network dan
bagian mana yang merupakan field Host. Subnet Mask terdiri dari 32 bit atau 4 oktet
. sama seperti Alamat IP.
Untuk menentukan Subnet Mask untuk suatu alamat IP, gunakan tiga langkah berikut:
(1) tampilkan Alamat IP dalam format biner,
(2) ganti semua bit bagian network dengan 1,
(3) ganti semua bit bagian host dengan 0,
(4) ubah kembali ke bentuk Dotted Decimal,