- Addressing
- Fungsi
- TCP
- UDP
Addressing
1. TCP menggunakan konsep sumber dan tujuan nomor port yang unik mengidentifikasi proses komunikasi tertentu pada sebuah host.
2. Nomor port
- Diketahui nomor port (didefinisikan oleh IANA 0-1.023)
- Registered port (1.024-49.151)
- Swasta port / Ephemereal (49.152-65.535)
Application Addressing
Target pengguna ditentukan oleh identifikasi Pengguna disebut soket dalam TCP / IP
- Transportasi identifikasi entitas
Umumnya hanya satu per host
Jika lebih dari satu, maka biasanya salah satu dari setiap jenis
- Tentukan protokol transport (TCP, UDP)
Host
- Sebuah perangkat jaringan terpasang
- Dalam internet, alamat internet global
Multiplexing
- Beberapa pengguna menggunakan protokol transport yang sama
- Pengguna diidentifikasi oleh nomor port atau jalur akses pelayanan (SAP)
- Mungkin juga multipleks sehubungan dengan layanan jaringan yang digunakan
TCP Mechanisms
Sambungan pembentukan
- Three way handshake
- Antara pasangan port
- Satu port dapat terhubung ke beberapa tujuan
UDP
- UDP adalah sebuah connectionless, tidak dapat diandalkan protokol yang tidak memiliki aliran dan error control
- Menggunakan nomor port untuk multiplex data dari layer aplikasi
- Pengiriman dan duplikasi kontrol tidak dijamin
Followers
Search This Blog
Wednesday, January 20, 2010
Pertemuan 10 - Teknik Routing
Routing
- Routing adalah proses memutuskan apa jalan untuk mengambil dari pengirim ke penerima (paket forwarding)
- Biasanya ada lebih dari satu rute yang mungkin; perangkat yang harus terus melakukan routing tabel untuk mengambil keputusan tentang jalan mana yang mengirim paket-paket di untuk mencapai tujuan tertentu (tabel routing)
- Keputusan routing di Internet biasanya ditangani oleh perangkat tujuan khusus yang disebut Router, yang menjaga tabel routing mereka sendiri
- End system dan router memelihara tabel routing
- Menunjukkan tabel routing router berikutnya yang datagram harus dikirim
Pengiriman data dari satu komputer ke komputer lain dilakukan melalui toko-dan-teknologi maju
Toko beralih paket paket yang masuk dan meneruskan paket ke switch lain atau komputer
Packet switch memiliki memori internal, dapat menahan paket jika sambungan outgoing sibuk (antrian)
Routing Strategies
Types of Routing
- Static routing : Tetap tabel routing yang dikembangkan oleh manajer jaringan, biasanya digunakan pada jaringan sederhana
- Dynamic routing: Keputusan routing dibuat secara dinamis, berdasarkan informasi kondisi routing yang dipertukarkan antara perangkat routing.
Fixed Routing : Satu rute permanen untuk setiap source ke destination pasangan
Tentukan rute menggunakan algoritma biaya minimal
Rute tetap, setidaknya sampai perubahan dalam topologi jaringan
Flooding :
- Tidak ada info jaringan yang diperlukan
- Paket yang dikirim oleh node ke setiap tetangga
- Retransmitted paket masuk pada setiap link kecuali link masuk
Random Routing
- Node memilih salah satu jalan keluar untuk transmisi ulang paket yang masuk
- Seleksi dapat acak atau round robin
- Dapat memilih jalan keluar yang didasarkan pada perhitungan probabilitas
Adaptive Routing : Digunakan oleh hampir semua packet switching
Routing Protocols :
- Informasi Routing : Tentang topologi dan penundaan di internet
- Algoritma routing : Digunakan untuk membuat keputusan routing berdasarkan informasi
- Algoritma routing diimplementasikan menggunakan protokol routing
Interior Routing Protocol :
- Routing protokol yang beroperasi dalam jaringan (disebut sistem otonomi) disebut protokol routing interior.
Lewat informasi routing antara router dalam AS
Exterior Routing Protocol
Eksterior router protocol (ERP) digunakan untuk operasi di luar atau di antara jaringan.
Karena terdapat banyak lebih mungkin rute ini jauh lebih kompleks daripada routing interior.
Routing Information Protocol (RIP)
- Routing protokol yang umum digunakan di Internet.
- Komputer yang menggunakan RIP siaran tabel routing setiap menit atau lebih
OSPF ( Open Shortest Path First )
- Telah disusul RIP sebagai yang paling populer protokol routing interior di Internet.
- Memiliki kemampuan untuk menggabungkan lalu lintas dan tingkat kesalahan langkah-langkah dalam routing keputusan.
- Routing adalah proses memutuskan apa jalan untuk mengambil dari pengirim ke penerima (paket forwarding)
- Biasanya ada lebih dari satu rute yang mungkin; perangkat yang harus terus melakukan routing tabel untuk mengambil keputusan tentang jalan mana yang mengirim paket-paket di untuk mencapai tujuan tertentu (tabel routing)
- Keputusan routing di Internet biasanya ditangani oleh perangkat tujuan khusus yang disebut Router, yang menjaga tabel routing mereka sendiri
- End system dan router memelihara tabel routing
- Menunjukkan tabel routing router berikutnya yang datagram harus dikirim
Pengiriman data dari satu komputer ke komputer lain dilakukan melalui toko-dan-teknologi maju
Toko beralih paket paket yang masuk dan meneruskan paket ke switch lain atau komputer
Packet switch memiliki memori internal, dapat menahan paket jika sambungan outgoing sibuk (antrian)
Routing Strategies
Types of Routing
- Static routing : Tetap tabel routing yang dikembangkan oleh manajer jaringan, biasanya digunakan pada jaringan sederhana
- Dynamic routing: Keputusan routing dibuat secara dinamis, berdasarkan informasi kondisi routing yang dipertukarkan antara perangkat routing.
Fixed Routing : Satu rute permanen untuk setiap source ke destination pasangan
Tentukan rute menggunakan algoritma biaya minimal
Rute tetap, setidaknya sampai perubahan dalam topologi jaringan
Flooding :
- Tidak ada info jaringan yang diperlukan
- Paket yang dikirim oleh node ke setiap tetangga
- Retransmitted paket masuk pada setiap link kecuali link masuk
Random Routing
- Node memilih salah satu jalan keluar untuk transmisi ulang paket yang masuk
- Seleksi dapat acak atau round robin
- Dapat memilih jalan keluar yang didasarkan pada perhitungan probabilitas
Adaptive Routing : Digunakan oleh hampir semua packet switching
Routing Protocols :
- Informasi Routing : Tentang topologi dan penundaan di internet
- Algoritma routing : Digunakan untuk membuat keputusan routing berdasarkan informasi
- Algoritma routing diimplementasikan menggunakan protokol routing
Interior Routing Protocol :
- Routing protokol yang beroperasi dalam jaringan (disebut sistem otonomi) disebut protokol routing interior.
Lewat informasi routing antara router dalam AS
Exterior Routing Protocol
Eksterior router protocol (ERP) digunakan untuk operasi di luar atau di antara jaringan.
Karena terdapat banyak lebih mungkin rute ini jauh lebih kompleks daripada routing interior.
Routing Information Protocol (RIP)
- Routing protokol yang umum digunakan di Internet.
- Komputer yang menggunakan RIP siaran tabel routing setiap menit atau lebih
OSPF ( Open Shortest Path First )
- Telah disusul RIP sebagai yang paling populer protokol routing interior di Internet.
- Memiliki kemampuan untuk menggabungkan lalu lintas dan tingkat kesalahan langkah-langkah dalam routing keputusan.
Pertemuan 9 - DHCP
DHCP – Dynamic Host Configuration Protocol
1. IP Address Statik / Dinamik :
- Address komputer dapat dialokasikan secara:
Statik atau Dinamik
2. IP address statik diberikan secara permanen ke komputer (Servers, routers) secara manual atau selalu diberikan saat online
3. Pemberian IP address secara dinamik lebih disukai karena:
- IP addresses diberikan atas dasar permintaan (penghematan)
- Menghindari konfigurasi manual
- Mendukung mobilitas dari lap-top
4. IP address dinamik secara otomatik diberikan ke client stations dalam jaringan TCP/IP saat mereka online
5. DHCP Server umumnya digunakan untuk memberikan IP address dinamik ke clients
Start-up IP Address
Menentukan IP Address saat Startup melalui jaringan untuk mendapatkan IP address dari Server
- Sistem harus menggunakan physical addressnya (MAC address) untuk berkomunikasi dengan server yang mempunyai tabel IP address.
- Sistem mengirimkan broadcast untuk meminta IP address.
DHCP
1. Dynamic Host Configuration Protocol (DHCP) dirancang agar secara dinamik mengkofigurasi komputer pada jaringan TCP/IP secara terpusat
2. Tiap DHCP server mempunyai sejumlah IP addresses yang dapat diberikan dan mempunyai tabel statusnya
3. DHCP client software memungkinkan komputer meminta IP saat online
4. Saat client offline, komputer memberitahu DHCP server bahwa IP addressnya bebas dan DHCP server menyesuaikan tabelnya
5. Memberikan IP address untuk sementara waktu (lease) yang dapat diperbaharuinya bila waktunya telah habis
6. DHCP client dapat memperoleh semua parameter konfigurasi IP
DHCP server mempunyai koleksi parameter konfigurasi
1. DHCP client meminta server parameter konfigurasi.
2. DHCP server memberikan parameter itu ke client.
3. Client dapat diberi parameter yang sama saat booting atau pindah subnet
4. DHCP server menyimpan data kunci untuk tiap client dan menggunakannya bila ada permintaan darinya
Menggunakan protokol UDP
1. Client menggunakan UDP port 67 untuk mengirimkan permintaan
2. Server menggunakan UDP port 68 untuk menjawab
1. IP Address Statik / Dinamik :
- Address komputer dapat dialokasikan secara:
Statik atau Dinamik
2. IP address statik diberikan secara permanen ke komputer (Servers, routers) secara manual atau selalu diberikan saat online
3. Pemberian IP address secara dinamik lebih disukai karena:
- IP addresses diberikan atas dasar permintaan (penghematan)
- Menghindari konfigurasi manual
- Mendukung mobilitas dari lap-top
4. IP address dinamik secara otomatik diberikan ke client stations dalam jaringan TCP/IP saat mereka online
5. DHCP Server umumnya digunakan untuk memberikan IP address dinamik ke clients
Start-up IP Address
Menentukan IP Address saat Startup melalui jaringan untuk mendapatkan IP address dari Server
- Sistem harus menggunakan physical addressnya (MAC address) untuk berkomunikasi dengan server yang mempunyai tabel IP address.
- Sistem mengirimkan broadcast untuk meminta IP address.
DHCP
1. Dynamic Host Configuration Protocol (DHCP) dirancang agar secara dinamik mengkofigurasi komputer pada jaringan TCP/IP secara terpusat
2. Tiap DHCP server mempunyai sejumlah IP addresses yang dapat diberikan dan mempunyai tabel statusnya
3. DHCP client software memungkinkan komputer meminta IP saat online
4. Saat client offline, komputer memberitahu DHCP server bahwa IP addressnya bebas dan DHCP server menyesuaikan tabelnya
5. Memberikan IP address untuk sementara waktu (lease) yang dapat diperbaharuinya bila waktunya telah habis
6. DHCP client dapat memperoleh semua parameter konfigurasi IP
DHCP server mempunyai koleksi parameter konfigurasi
1. DHCP client meminta server parameter konfigurasi.
2. DHCP server memberikan parameter itu ke client.
3. Client dapat diberi parameter yang sama saat booting atau pindah subnet
4. DHCP server menyimpan data kunci untuk tiap client dan menggunakannya bila ada permintaan darinya
Menggunakan protokol UDP
1. Client menggunakan UDP port 67 untuk mengirimkan permintaan
2. Server menggunakan UDP port 68 untuk menjawab
Thursday, December 17, 2009
Pertemuan 8 - ARP,RARP, ICMP
Role of ARP and RARP :
- Internet dibuat dari satu kombinasi phisik terhubung jaringan saling behubungan oleh alat jaringan
- TCP / penggunaan jaringan IP alamat logika (Alamat IP) di jaringan
- Satu tabel pada masing-masing alat diciptakan untuk memetakan alamat logika ke alamat fisik
ARP : Peroleh alamat fisik dari Alamat IP dikenal
RARP : Peroleh Alamat IP dari alamat fisik dikenal
Role of ICMP :
- Protokol internet tidak punya pelaporan kesalahan dan mekanisme membenarkan kesalahan
- Tidak ada mekanisme untuk pertanyaan penyelenggara dan manajemen
Error-reporting messages
- Tidak ada pesan kesalahan ICMP untuk satu datagram membawa satu pesan kesalahan ICMP
- Tidak ada pesan kesalahan ICMP untuk satu terbagi-bagi datagram bahwa bukan yang pertama bagi-bagi
Destination Unreachable
- Pesan yang tidak dapat dicapai tujuan dengan kode 2 atau 3 dapat diciptakan hanya dengan penyelenggara tujuan.
- Pesan lain yang tidak dapat dicapai tujuan dapat diciptakan hanya dengan penerus.
Echo Request and Reply
- Echo permintaan dan pesan balasan gema dapat dipergunakan oleh manajer jaringan untuk mencek operasi dari protokol IP.
- Satu pesan permintaan gema dapat dikirimkan oleh sejumlah besar atau penerus.
- Internet dibuat dari satu kombinasi phisik terhubung jaringan saling behubungan oleh alat jaringan
- TCP / penggunaan jaringan IP alamat logika (Alamat IP) di jaringan
- Satu tabel pada masing-masing alat diciptakan untuk memetakan alamat logika ke alamat fisik
ARP : Peroleh alamat fisik dari Alamat IP dikenal
RARP : Peroleh Alamat IP dari alamat fisik dikenal
Role of ICMP :
- Protokol internet tidak punya pelaporan kesalahan dan mekanisme membenarkan kesalahan
- Tidak ada mekanisme untuk pertanyaan penyelenggara dan manajemen
Error-reporting messages
- Tidak ada pesan kesalahan ICMP untuk satu datagram membawa satu pesan kesalahan ICMP
- Tidak ada pesan kesalahan ICMP untuk satu terbagi-bagi datagram bahwa bukan yang pertama bagi-bagi
Destination Unreachable
- Pesan yang tidak dapat dicapai tujuan dengan kode 2 atau 3 dapat diciptakan hanya dengan penyelenggara tujuan.
- Pesan lain yang tidak dapat dicapai tujuan dapat diciptakan hanya dengan penerus.
Echo Request and Reply
- Echo permintaan dan pesan balasan gema dapat dipergunakan oleh manajer jaringan untuk mencek operasi dari protokol IP.
- Satu pesan permintaan gema dapat dikirimkan oleh sejumlah besar atau penerus.
Pertemuan 7 - Internetworking
Kondisi antar jaringan :
End System (ES)
- Alat untuk menyertakan salah satu jaringan dari satu Internet.
- Mendukung aplikasi pemakai akhir atau jasa.
Intermediate System (IS)
- Alat biasanya menghubungkan dua jaringan.
- Mengijinkan komunikasi berakhir diantara sistem dan menyertakan ke jaringan berbeda.
Fungsi dari Bridge :
- Dapat membaca dan mengirimkan pada sesuatu LAN dan menerima alamat itu untuk apapun stasiun pada LAN yang lain.
- Mempergunakan protokol MAC untuk LAN detik, kirimkan ulang masing-masing bingkai.
- Mungkin lebih dari satu jembatani untuk seberangi.
Bridge Protocol Architecture :
MAC level : Stasiun menunjuk ada di taraf ini
Bridge does not need LLC layer : Ini sedang memereli MAC bingkaian
Can pass frame over external communication system WAN link : Capture frame, Encapsulate it, Forward it across link,
Address Learning :
- Preload memajukan database alamat.
- Mempelajari alamat maju :
Ketika membingkai mendatangi di bandar x, ini mempunyai berasal dari LAN Yang menyertakan ke bandar x
Spanning Tree Algorithm
- Untuk apapun graf terkoneksi terdapat sebuah memutar pohon yang memelihara connectivity tapi tidak mengandung pengulangan tertutup.
Router
- Perutean terpilih untuk masing-masing pasangan tujuan sumber.
- Penerus lakukan semua IP meningkat proses di perangkat lunak.
Layer 3 switches : implementpacket memajukan logika dari penerus di perangkat keras
Two categories: Packet by packet, Flow base
Problems with Routers :
- Penerus lakukan semua IP meningkat proses di perangkat lunak :
Kecepatan tinggi LANs dan lapisan kinerja ketinggian 2 tombol memompa jutaan paket per kedua
Perangkat lunak mendasari penerus hanya mampu ke pegangan baik pada satu juta paket per kedua
Layer 3 Switch :
Packet by Packet :
- Operasikan insame cara sebagai penerus tradisional
- Order dari kebesaran banyak di kinerja
Flow-based switch :
- Berusaha menambahkan kinerja dengan mengidentifikasi aliran dari paket IP dari sama sumber dan tujuan
- Dilakukan oleh lalu lintas berkelanjutan yang pengamatan
End System (ES)
- Alat untuk menyertakan salah satu jaringan dari satu Internet.
- Mendukung aplikasi pemakai akhir atau jasa.
Intermediate System (IS)
- Alat biasanya menghubungkan dua jaringan.
- Mengijinkan komunikasi berakhir diantara sistem dan menyertakan ke jaringan berbeda.
Fungsi dari Bridge :
- Dapat membaca dan mengirimkan pada sesuatu LAN dan menerima alamat itu untuk apapun stasiun pada LAN yang lain.
- Mempergunakan protokol MAC untuk LAN detik, kirimkan ulang masing-masing bingkai.
- Mungkin lebih dari satu jembatani untuk seberangi.
Bridge Protocol Architecture :
MAC level : Stasiun menunjuk ada di taraf ini
Bridge does not need LLC layer : Ini sedang memereli MAC bingkaian
Can pass frame over external communication system WAN link : Capture frame, Encapsulate it, Forward it across link,
Address Learning :
- Preload memajukan database alamat.
- Mempelajari alamat maju :
Ketika membingkai mendatangi di bandar x, ini mempunyai berasal dari LAN Yang menyertakan ke bandar x
Spanning Tree Algorithm
- Untuk apapun graf terkoneksi terdapat sebuah memutar pohon yang memelihara connectivity tapi tidak mengandung pengulangan tertutup.
Router
- Perutean terpilih untuk masing-masing pasangan tujuan sumber.
- Penerus lakukan semua IP meningkat proses di perangkat lunak.
Layer 3 switches : implementpacket memajukan logika dari penerus di perangkat keras
Two categories: Packet by packet, Flow base
Problems with Routers :
- Penerus lakukan semua IP meningkat proses di perangkat lunak :
Kecepatan tinggi LANs dan lapisan kinerja ketinggian 2 tombol memompa jutaan paket per kedua
Perangkat lunak mendasari penerus hanya mampu ke pegangan baik pada satu juta paket per kedua
Layer 3 Switch :
Packet by Packet :
- Operasikan insame cara sebagai penerus tradisional
- Order dari kebesaran banyak di kinerja
Flow-based switch :
- Berusaha menambahkan kinerja dengan mengidentifikasi aliran dari paket IP dari sama sumber dan tujuan
- Dilakukan oleh lalu lintas berkelanjutan yang pengamatan
Monday, November 9, 2009
Bab 6
Address : suatu identitas
Ip address : merupakan identitas yang dipake di network layer (internet)
IP : 32bit(4byte/4octet)
IP Addressing
Alamat IP (Internet Protocol Address atau sering disingkat IP) adalah deretan angka biner antar 32-bit sampai 128-bit yang dipakai sebagai alamat identifikasi untuk tiap komputer host dalam jaringan Internet. Panjang dari angka ini adalah 32-bit (untuk IPv4 atau IP versi 4), dan 128-bit (untuk IPv6 atau IP versi 6) yang menunjukkan alamat dari komputer tersebut pada jaringan Internet berbasis TCP/IP.
Sistem pengalamatan IP ini terbagi menjadi dua, yakni:
* IP versi 4 (IPv4)
* IP versi 6 (IPv6)
1. Alamat IP versi 4 (sering disebut dengan Alamat IPv4) adalah sebuah jenis pengalamatan jaringan yang digunakan di dalam protokol jaringan TCP/IP yang menggunakan protokol IP versi 4. Panjang totalnya adalah 32-bit, dan secara teoritis dapat mengalamati hingga 4 miliar host komputer di seluruh dunia. Contoh alamat IP versi 4 adalah 192.168.0.3.
Representasi Alamat
Alamat IP versi 4 umumnya diekspresikan dalam notasi desimal bertitik (dotted-decimal notation), yang dibagi ke dalam empat buah oktet berukuran 8-bit. Dalam beberapa buku referensi, format bentuknya adalah w.x.y.z. Karena setiap oktet berukuran 8-bit, maka nilainya berkisar antara 0 hingga 255 (meskipun begitu, terdapat beberapa pengecualian nilai).
Alamat IP yang dimiliki oleh sebuah host dapat dibagi dengan menggunakan subnet mask jaringan ke dalam dua buah bagian, yakni:
· Network Identifier/NetID atau Network Address (alamat jaringan) yang digunakan khusus untuk mengidentifikasikan alamat jaringan di mana host berada.
Dalam banyak kasus, sebuah alamat network identifier adalah sama dengan segmen jaringan fisik dengan batasan yang dibuat dan didefinisikan oleh router IP. Meskipun demikian, ada beberapa kasus di mana beberapa jaringan logis terdapat di dalam sebuah segmen jaringan fisik yang sama dengan menggunakan sebuah praktek yang disebut sebagai multinetting. Semua sistem di dalam sebuah jaringan fisik yang sama harus memiliki alamat network identifier yang sama. Network identifier juga harus bersifat unik dalam sebuah internetwork. Jika semua node di dalam jaringan logis yang sama tidak dikonfigurasikan dengan menggunakan network identifier yang sama, maka terjadilah masalah yang disebut dengan routing error.
Alamat network identifier tidak boleh bernilai 0 atau 255.
· Host Identifier/HostID atau Host address (alamat host) yang digunakan khusus untuk mengidentifikasikan alamat host (dapat berupa workstation, server atau sistem lainnya yang berbasis teknologi TCP/IP) di dalam jaringan. Nilai host identifier tidak boleh bernilai 0 atau 255 dan harus bersifat unik di dalam network identifier/segmen jaringan di mana ia berada.
Jenis-jenis alamat
Alamat IPv4 terbagi menjadi beberapa jenis, yakni sebagai berikut:
· Alamat Unicast, merupakan alamat IPv4 yang ditentukan untuk sebuah antarmuka jaringan yang dihubungkan ke sebuah internetwork IP. Alamat unicast digunakan dalam komunikasi point-to-point atau one-to-one.
· Alamat Broadcast, merupakan alamat IPv4 yang didesain agar diproses oleh setiap node IP dalam segmen jaringan yang sama. Alamat broadcast digunakan dalam komunikasi one-to-everyone.
· Alamat Multicast, merupakan alamat IPv4 yang didesain agar diproses oleh satu atau beberapa node dalam segmen jaringan yang sama atau berbeda. Alamat multicast digunakan dalam komunikasi one-to-many.
Kelas-kelas alamat
Dalam RFC 791, alamat IP versi 4 dibagi ke dalam beberapa kelas, dilihat dari oktet pertamanya, seperti terlihat pada tabel. Sebenarnya yang menjadi pembeda kelas IP versi 4 adalah pola biner yang terdapat dalam oktet pertama (utamanya adalah bit-bit awal/high-order bit), tapi untuk lebih mudah mengingatnya, akan lebih cepat diingat dengan menggunakan representasi desimal.
Kelas Alamat IP
Oktet pertama
(desimal)
Oktet pertama
(biner)
Digunakan oleh
Kelas A
1–126
0xxx xxxx
Alamat unicast untuk jaringan skala besar
Kelas B
128–191
10xx xxxx
Alamat unicast untuk jaringan skala menengah hingga skala besar
Kelas C
192–223
110x xxxx
Alamat unicast untuk jaringan skala kecil
Kelas D
224–239
1110 xxxx
Alamat multicast (bukan alamat unicast)
Kelas E
240–255
1111 xxxx
Direservasikan;umumnya digunakan sebagai alamat percobaan (eksperimen); (bukan alamat unicast)
2. Alamat IP versi 6 (sering disebut sebagai alamat IPv6) adalah sebuah jenis pengalamatan jaringan yang digunakan di dalam protokol jaringan TCP/IP yang menggunakan protokol IP versi 6. Panjang totalnya adalah 128-bit, dan secara teoritis dapat mengalamati hingga 2128=3,4 x 1038 host komputer di seluruh dunia. Contoh alamat IP versi 6 adalah 21DA:00D3:0000:2F3B:02AA:00FF:FE28:9C5A.
Selayang pandang
Berbeda dengan IPv4 yang hanya memiliki panjang 32-bit (jumlah total alamat yang dapat dicapainya mencapai 4,294,967,296 alamat), alamat IPv6 memiliki panjang 128-bit. IPv4, meskipun total alamatnya mencapai 4 miliar, pada kenyataannya tidak sampai 4 miliar alamat, karena ada beberapa limitasi, sehingga implementasinya saat ini hanya mencapai beberapa ratus juta saja. IPv6, yang memiliki panjang 128-bit, memiliki total alamat yang mungkin hingga 2128=3,4 x 1038 alamat. Total alamat yang sangat besar ini bertujuan untuk menyediakan ruang alamat yang tidak akan habis (hingga beberapa masa ke depan), dan membentuk infrastruktur routing yang disusun secara hierarkis, sehingga mengurangi kompleksitas proses routing dan tabel routing.
Sama seperti halnya IPv4, IPv6 juga mengizinkan adanya DHCP Server sebagai pengatur alamat otomatis. Jika dalam IPv4 terdapat dynamic address dan static address, maka dalam IPv6, konfigurasi alamat dengan menggunakan DHCP Server dinamakan dengan stateful address configuration, sementara jika konfigurasi alamat IPv6 tanpa DHCP Server dinamakan dengan stateless address configuration.
Seperti halnya IPv4 yang menggunakan bit-bit pada tingkat tinggi (high-order bit) sebagai alamat jaringan sementara bit-bit pada tingkat rendah (low-order bit) sebagai alamat host, dalam IPv6 juga terjadi hal serupa. Dalam IPv6, bit-bit pada tingkat tinggi akan digunakan sebagai tanda pengenal jenis alamat IPv6, yang disebut dengan Format Prefix (FP). Dalam IPv6, tidak ada subnet mask, yang ada hanyalah Format Prefix.
Pengalamatan IPv6 didefinisikan dalam RFC 2373.
Format Alamat
Dalam IPv6, alamat 128-bit akan dibagi ke dalam 8 blok berukuran 16-bit, yang dapat dikonversikan ke dalam bilangan heksadesimal berukuran 4-digit. Setiap blok bilangan heksadesimal tersebut akan dipisahkan dengan tanda titik dua (:). Karenanya, format notasi yang digunakan oleh IPv6 juga sering disebut dengan colon-hexadecimal format, berbeda dengan IPv4 yang menggunakan dotted-decimal format.
Berikut ini adalah contoh alamat IPv6 dalam bentuk bilangan biner:
0010000111011010000000001101001100000000000000000010111100111011000000101010101000000000
1111111111111110001010001001110001011010
Untuk menerjemahkannya ke dalam bentuk notasi colon-hexadecimal format, angka-angka biner di atas harus dibagi ke dalam 8 buah blok berukuran 16-bit:
0010000111011010 0000000011010011 0000000000000000 0010111100111011 0000001010101010
0000000011111111 1111111000101000 1001110001011010
Lalu, setiap blok berukuran 16-bit tersebut harus dikonversikan ke dalam bilangan heksadesimal dan setiap bilangan heksadesimal tersebut dipisahkan dengan menggunakan tanda titik dua. Hasil konversinya adalah sebagai berikut:
21DA:00D3:0000:2F3B:02AA:00FF:FE28:9C5A
Ip address : merupakan identitas yang dipake di network layer (internet)
IP : 32bit(4byte/4octet)
IP Addressing
Alamat IP (Internet Protocol Address atau sering disingkat IP) adalah deretan angka biner antar 32-bit sampai 128-bit yang dipakai sebagai alamat identifikasi untuk tiap komputer host dalam jaringan Internet. Panjang dari angka ini adalah 32-bit (untuk IPv4 atau IP versi 4), dan 128-bit (untuk IPv6 atau IP versi 6) yang menunjukkan alamat dari komputer tersebut pada jaringan Internet berbasis TCP/IP.
Sistem pengalamatan IP ini terbagi menjadi dua, yakni:
* IP versi 4 (IPv4)
* IP versi 6 (IPv6)
1. Alamat IP versi 4 (sering disebut dengan Alamat IPv4) adalah sebuah jenis pengalamatan jaringan yang digunakan di dalam protokol jaringan TCP/IP yang menggunakan protokol IP versi 4. Panjang totalnya adalah 32-bit, dan secara teoritis dapat mengalamati hingga 4 miliar host komputer di seluruh dunia. Contoh alamat IP versi 4 adalah 192.168.0.3.
Representasi Alamat
Alamat IP versi 4 umumnya diekspresikan dalam notasi desimal bertitik (dotted-decimal notation), yang dibagi ke dalam empat buah oktet berukuran 8-bit. Dalam beberapa buku referensi, format bentuknya adalah w.x.y.z. Karena setiap oktet berukuran 8-bit, maka nilainya berkisar antara 0 hingga 255 (meskipun begitu, terdapat beberapa pengecualian nilai).
Alamat IP yang dimiliki oleh sebuah host dapat dibagi dengan menggunakan subnet mask jaringan ke dalam dua buah bagian, yakni:
· Network Identifier/NetID atau Network Address (alamat jaringan) yang digunakan khusus untuk mengidentifikasikan alamat jaringan di mana host berada.
Dalam banyak kasus, sebuah alamat network identifier adalah sama dengan segmen jaringan fisik dengan batasan yang dibuat dan didefinisikan oleh router IP. Meskipun demikian, ada beberapa kasus di mana beberapa jaringan logis terdapat di dalam sebuah segmen jaringan fisik yang sama dengan menggunakan sebuah praktek yang disebut sebagai multinetting. Semua sistem di dalam sebuah jaringan fisik yang sama harus memiliki alamat network identifier yang sama. Network identifier juga harus bersifat unik dalam sebuah internetwork. Jika semua node di dalam jaringan logis yang sama tidak dikonfigurasikan dengan menggunakan network identifier yang sama, maka terjadilah masalah yang disebut dengan routing error.
Alamat network identifier tidak boleh bernilai 0 atau 255.
· Host Identifier/HostID atau Host address (alamat host) yang digunakan khusus untuk mengidentifikasikan alamat host (dapat berupa workstation, server atau sistem lainnya yang berbasis teknologi TCP/IP) di dalam jaringan. Nilai host identifier tidak boleh bernilai 0 atau 255 dan harus bersifat unik di dalam network identifier/segmen jaringan di mana ia berada.
Jenis-jenis alamat
Alamat IPv4 terbagi menjadi beberapa jenis, yakni sebagai berikut:
· Alamat Unicast, merupakan alamat IPv4 yang ditentukan untuk sebuah antarmuka jaringan yang dihubungkan ke sebuah internetwork IP. Alamat unicast digunakan dalam komunikasi point-to-point atau one-to-one.
· Alamat Broadcast, merupakan alamat IPv4 yang didesain agar diproses oleh setiap node IP dalam segmen jaringan yang sama. Alamat broadcast digunakan dalam komunikasi one-to-everyone.
· Alamat Multicast, merupakan alamat IPv4 yang didesain agar diproses oleh satu atau beberapa node dalam segmen jaringan yang sama atau berbeda. Alamat multicast digunakan dalam komunikasi one-to-many.
Kelas-kelas alamat
Dalam RFC 791, alamat IP versi 4 dibagi ke dalam beberapa kelas, dilihat dari oktet pertamanya, seperti terlihat pada tabel. Sebenarnya yang menjadi pembeda kelas IP versi 4 adalah pola biner yang terdapat dalam oktet pertama (utamanya adalah bit-bit awal/high-order bit), tapi untuk lebih mudah mengingatnya, akan lebih cepat diingat dengan menggunakan representasi desimal.
Kelas Alamat IP
Oktet pertama
(desimal)
Oktet pertama
(biner)
Digunakan oleh
Kelas A
1–126
0xxx xxxx
Alamat unicast untuk jaringan skala besar
Kelas B
128–191
10xx xxxx
Alamat unicast untuk jaringan skala menengah hingga skala besar
Kelas C
192–223
110x xxxx
Alamat unicast untuk jaringan skala kecil
Kelas D
224–239
1110 xxxx
Alamat multicast (bukan alamat unicast)
Kelas E
240–255
1111 xxxx
Direservasikan;umumnya digunakan sebagai alamat percobaan (eksperimen); (bukan alamat unicast)
2. Alamat IP versi 6 (sering disebut sebagai alamat IPv6) adalah sebuah jenis pengalamatan jaringan yang digunakan di dalam protokol jaringan TCP/IP yang menggunakan protokol IP versi 6. Panjang totalnya adalah 128-bit, dan secara teoritis dapat mengalamati hingga 2128=3,4 x 1038 host komputer di seluruh dunia. Contoh alamat IP versi 6 adalah 21DA:00D3:0000:2F3B:02AA:00FF:FE28:9C5A.
Selayang pandang
Berbeda dengan IPv4 yang hanya memiliki panjang 32-bit (jumlah total alamat yang dapat dicapainya mencapai 4,294,967,296 alamat), alamat IPv6 memiliki panjang 128-bit. IPv4, meskipun total alamatnya mencapai 4 miliar, pada kenyataannya tidak sampai 4 miliar alamat, karena ada beberapa limitasi, sehingga implementasinya saat ini hanya mencapai beberapa ratus juta saja. IPv6, yang memiliki panjang 128-bit, memiliki total alamat yang mungkin hingga 2128=3,4 x 1038 alamat. Total alamat yang sangat besar ini bertujuan untuk menyediakan ruang alamat yang tidak akan habis (hingga beberapa masa ke depan), dan membentuk infrastruktur routing yang disusun secara hierarkis, sehingga mengurangi kompleksitas proses routing dan tabel routing.
Sama seperti halnya IPv4, IPv6 juga mengizinkan adanya DHCP Server sebagai pengatur alamat otomatis. Jika dalam IPv4 terdapat dynamic address dan static address, maka dalam IPv6, konfigurasi alamat dengan menggunakan DHCP Server dinamakan dengan stateful address configuration, sementara jika konfigurasi alamat IPv6 tanpa DHCP Server dinamakan dengan stateless address configuration.
Seperti halnya IPv4 yang menggunakan bit-bit pada tingkat tinggi (high-order bit) sebagai alamat jaringan sementara bit-bit pada tingkat rendah (low-order bit) sebagai alamat host, dalam IPv6 juga terjadi hal serupa. Dalam IPv6, bit-bit pada tingkat tinggi akan digunakan sebagai tanda pengenal jenis alamat IPv6, yang disebut dengan Format Prefix (FP). Dalam IPv6, tidak ada subnet mask, yang ada hanyalah Format Prefix.
Pengalamatan IPv6 didefinisikan dalam RFC 2373.
Format Alamat
Dalam IPv6, alamat 128-bit akan dibagi ke dalam 8 blok berukuran 16-bit, yang dapat dikonversikan ke dalam bilangan heksadesimal berukuran 4-digit. Setiap blok bilangan heksadesimal tersebut akan dipisahkan dengan tanda titik dua (:). Karenanya, format notasi yang digunakan oleh IPv6 juga sering disebut dengan colon-hexadecimal format, berbeda dengan IPv4 yang menggunakan dotted-decimal format.
Berikut ini adalah contoh alamat IPv6 dalam bentuk bilangan biner:
0010000111011010000000001101001100000000000000000010111100111011000000101010101000000000
1111111111111110001010001001110001011010
Untuk menerjemahkannya ke dalam bentuk notasi colon-hexadecimal format, angka-angka biner di atas harus dibagi ke dalam 8 buah blok berukuran 16-bit:
0010000111011010 0000000011010011 0000000000000000 0010111100111011 0000001010101010
0000000011111111 1111111000101000 1001110001011010
Lalu, setiap blok berukuran 16-bit tersebut harus dikonversikan ke dalam bilangan heksadesimal dan setiap bilangan heksadesimal tersebut dipisahkan dengan menggunakan tanda titik dua. Hasil konversinya adalah sebagai berikut:
21DA:00D3:0000:2F3B:02AA:00FF:FE28:9C5A
Monday, October 26, 2009
Pertemuan 5
Wireless LAN - Data link
Flow control : sekumpulan untuk mengatasi/menentukan banyaknya data yang dapat dikirim persatuan waktu
Error control : mengirim ulang data
Access Control : Oleh Alamat MAC, hanyalah jaringan terotorisasi cek umur (dengan MAC benar tunjuk) dapat mengakses jaringan.
Keleluasaan Pribadi data (Dikawat Keleluasaan Pribadi Padanan WEP):
- Lindungi data sementara ini dikirim dari stasiun sesuatu ke lain
- Encryption di antara alat nirkabel untuk mencegah memasang telinga
- Percayakan pada satu kunci ada udang di balik batu yang berbagi di antara mesin klien dan titik akses
- Kunci rahasia (64 / 128 - bit) adalah dipergunakan untuk paket encrypt sebelum mengirimkan 802. 11b + kunci ada udang di balik batu dukungan dengan 64 / 128 / 256 bit
1. Type of Antenna
Omni, Patch, Panel, Yagi, etc
2. Indoor or Outdoor
3. Gain (dBi)
The higher the gain, the further the coverage distance
4. Half Power Beam Width (HPBW)
Horizontal & Vertical
Keuntungan antena :
- Dipenuhi oleh pemampat pole pancaran dari antena ke dalam satu lebih dangkal beamwidth dan memfokuskan daya ke arah satu arah.
- Didefinisikan sebagai rasio di antara pancaran intensitas dari cuping utama dan intensitas pancaran dari satu penyinar isotropis (mempunyai input yang sama daya).
- Keuntungan antena diekspresikan di dBi.
Peroleh = Fokus.
Garis arah optis: Satu garis lurus imajiner menghubungkan antena timbal balik penghubung.
Jelas Garis Arah: Ketika tidak ada obyek fisik menghalangi antena sesuatu pemandangan dari lokasi dari yang lain.
Pemeriksaan: Jarak di antara Garis Arah optis dan rintangan yang terdekat.
Zona fresnel: Area dari satu mengedari garis arah.
Data link Layer
Flow control : sekumpulan untuk membatasi/menentukan banyaknya data yg dapat dikirim persatuan waktu.
Error control : mengirim ulang data.
IEEE(Institute of electrical and electronic enginess) : organisasi yang dispesifikasikan.
Network layer
Tugas dari network layer :
- mentransmisikan paket dari 1komputer ke komp lain
- Host to Host delivery
Network layer duties :
- Internet working
- Addresing
- Routing : memilih jalan yang lebih baik
- packetizing : pemaketan data / pecahan
- fragmenting : menambah informasi
Flow control : sekumpulan untuk mengatasi/menentukan banyaknya data yang dapat dikirim persatuan waktu
Error control : mengirim ulang data
Access Control : Oleh Alamat MAC, hanyalah jaringan terotorisasi cek umur (dengan MAC benar tunjuk) dapat mengakses jaringan.
Keleluasaan Pribadi data (Dikawat Keleluasaan Pribadi Padanan WEP):
- Lindungi data sementara ini dikirim dari stasiun sesuatu ke lain
- Encryption di antara alat nirkabel untuk mencegah memasang telinga
- Percayakan pada satu kunci ada udang di balik batu yang berbagi di antara mesin klien dan titik akses
- Kunci rahasia (64 / 128 - bit) adalah dipergunakan untuk paket encrypt sebelum mengirimkan 802. 11b + kunci ada udang di balik batu dukungan dengan 64 / 128 / 256 bit
1. Type of Antenna
Omni, Patch, Panel, Yagi, etc
2. Indoor or Outdoor
3. Gain (dBi)
The higher the gain, the further the coverage distance
4. Half Power Beam Width (HPBW)
Horizontal & Vertical
Keuntungan antena :
- Dipenuhi oleh pemampat pole pancaran dari antena ke dalam satu lebih dangkal beamwidth dan memfokuskan daya ke arah satu arah.
- Didefinisikan sebagai rasio di antara pancaran intensitas dari cuping utama dan intensitas pancaran dari satu penyinar isotropis (mempunyai input yang sama daya).
- Keuntungan antena diekspresikan di dBi.
Peroleh = Fokus.
Garis arah optis: Satu garis lurus imajiner menghubungkan antena timbal balik penghubung.
Jelas Garis Arah: Ketika tidak ada obyek fisik menghalangi antena sesuatu pemandangan dari lokasi dari yang lain.
Pemeriksaan: Jarak di antara Garis Arah optis dan rintangan yang terdekat.
Zona fresnel: Area dari satu mengedari garis arah.
Data link Layer
Flow control : sekumpulan untuk membatasi/menentukan banyaknya data yg dapat dikirim persatuan waktu.
Error control : mengirim ulang data.
IEEE(Institute of electrical and electronic enginess) : organisasi yang dispesifikasikan.
Network layer
Tugas dari network layer :
- mentransmisikan paket dari 1komputer ke komp lain
- Host to Host delivery
Network layer duties :
- Internet working
- Addresing
- Routing : memilih jalan yang lebih baik
- packetizing : pemaketan data / pecahan
- fragmenting : menambah informasi
Subscribe to:
Posts (Atom)

